kau kenangkan sebuah kekalahan paling menyakitkan
aku dan kau bersitegang, berdebat tentang sebuah bayang
yang nyatanya bukan apa-apa, bukan siapa-siapa
tetapi, kemenangan atau kekalahan akhirnya
memang tak terlampau penting
karena hidup tak cukup dengan kebanggaan-kebanggaan
kejujuran dan keberanian yang kita dirikan
di antara reruntuk kekalahan
terasa lebih berharga ketimbang
sekedar tawa kosong dibalik tembok
maka, yang sembunyi biarkan sembunyi
kita tak perlu melarikan diri dari kenyataan
apalagi mengibar-ngibarkan bendera kejantanan
karena, setiap orang bisa dengan gampang berlogika
tetapi, hati tak mungkin berdusta

Tidak ada komentar: